
Apa Itu Subnet Mask? Pengertian, fungsi, dan cara kerjanya
Pengertian Subnet Mask
Subnet Mask adalah nilai 32-bit pada jaringan IPv4 yang digunakan untuk menentukan bagian Network ID (identitas jaringan) dan Host ID (identitas perangkat) dari sebuah IP Address.
💡 Analogi Sederhana:
Jika IP Address diibaratkan sebagai nomor telepon lengkap, maka Subnet Mask berfungsi seperti kode area. Kode area membantu menentukan wilayah tempat nomor tersebut berada, sedangkan bagian lainnya menjadi identitas nomor tersebut. Dalam jaringan, bagian ini digunakan untuk membedakan Network ID dan Host ID.
Cara Kerja & Contoh Subnet Mask
Salah satu Subnet Mask yang paling sering ditemui pada jaringan rumah atau kantor adalah:
255.255.255.0
Misalkan sebuah komputer memiliki konfigurasi IP address dan subnet mask berikut:
IP Address : 192.168.1.10
Subnet Mask : 255.255.255.0
└─────────┘└─┘
Network Host
Pada contoh di atas:
- Tiga oktet pertama pada subnet mask bernilai
255.255.255, menandakan bahwa192.168.1merupakan Network Portion (identitas jaringan). - Oktet terakhir pada subnet mask bernilai
0, menandakan bahwa.10adalah Host Portion yang mengidentifikasi perangkat tersebut di dalam jaringan.
Dari konfigurasi ini, kita memperoleh informasi jaringan sebagai berikut:
- Network Address (
192.168.1.0): Alamat yang mewakili keseluruhan jaringan. - Broadcast Address (
192.168.1.255): Alamat khusus yang digunakan untuk mengirim paket data ke seluruh perangkat dalam jaringan. - Rentang IP Host (
192.168.1.1–192.168.1.254): Alamat yang dapat dikonfigurasikan dan digunakan oleh perangkat di dalam jaringan tersebut.
Fungsi Utama Subnet Mask
- Memisahkan Jaringan (Subnetting) — Membagi satu jaringan besar menjadi beberapa subnet kecil yang lebih teratur dan aman.
- Efisiensi Lalu Lintas Data — Membatasi penyebaran paket broadcast sehingga bandwidth jaringan tidak terbebani.
- Membantu Router Mengambil Keputusan — Router dapat segera mengetahui apakah paket data ditujukan untuk perangkat lokal atau harus diarahkan ke internet/gateway.
Tabel Subnet Mask & Jumlah Host Populer
Berikut adalah daftar Subnet Mask yang umum digunakan beserta jumlah IP yang dapat digunakan perangkat (Usable Host):
| Subnet Mask | Total IP | Usable Host | Contoh Penggunaan |
|---|---|---|---|
255.255.255.0 | 256 | 254 | LAN kantor atau rumah |
255.255.255.128 | 128 | 126 | Pembagian 2 departemen |
255.255.255.192 | 64 | 62 | Subnet lab atau divisi |
255.255.255.224 | 32 | 30 | Subnet divisi kecil / server |
255.255.255.240 | 16 | 14 | Kelompok perangkat khusus |
255.255.255.252 | 4 | 2 | Koneksi point-to-point |
Hubungan Subnet Mask dengan Notasi CIDR
Dalam praktiknya, penulisan Subnet Mask juga sering disederhanakan menggunakan notasi CIDR (Classless Inter-Domain Routing) dengan tanda garis miring (prefix length), misalnya:
255.255.255.0dapat ditulis sebagai/24255.255.255.128dapat ditulis sebagai/25255.255.255.192dapat ditulis sebagai/26
Subnet mask dan notasi CIDR merepresentasikan pembagian jaringan yang sama, tetapi notasi CIDR lebih ringkas saat digunakan dalam konfigurasi perangkat dan dokumentasi jaringan.
Pembahasan lengkap mengenai cara kerja prefix length dan perhitungan notasi CIDR dapat Anda pelajari di artikel Apa Itu CIDR?.
Kesimpulan
Subnet Mask adalah kunci penting dalam mengelola skala dan efisiensi jaringan. Dengan menentukan Subnet Mask yang tepat, pembagian antara identitas jaringan dan perangkat menjadi jelas serta performa komunikasi data tetap optimal.
👉 Artikel Terkait:
- Apa Itu IP Address?
- Apa Itu CIDR?
- Hitung otomatis subnet dan pembagian host dengan IP & Subnet Calculator.